Hakikat Umur

Pernahkah terfikir oleh kita?? Bahwa selama ini secara gak sadar ... semakin bertambahnya hari, maka semakin berkurang jatah umur kita. Tapi aku juga heran, kenapa dengan berkurangnya jatah umur kita kadang kita malah berfoya2 pasca hari "H" nya kita. Apakah itu syukuran atau apalah. Tapi yang jelas pernah gak kita bertanya pada hati kita masing2?? Sebenarnya sampai dimana siech perjalanan kita selama kita hidup dan masih diberi nafas ini??? Dan Bekal apa saja yang sudah kita persiapkan untuk menghadap sang Khalik nantinya??
Berdasarkan buku / hadist yang pernah ku baca (Klo' itu bener itu datangnya dari Allah semata, tapi klow salah ... maafkanlah karena ku manusia banyak salahnya) yang kurang lebihnya dijelaskan seperti di bawah ini.

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
“Wahai anak Adam, (masa) siangmu adalah tamumu, maka berbuat baiklah terhadapnya. Karena sungguh, jika engkau berbuat baik kepadanya, niscaya dia akan pergi dengan memujimu. Dan apabila engkau berbuat buruk terhadapnya maka dia akan pergi dengan mencercamu, begitu pula dengan malammu.”
“Wahai anak Adam, injaklah bumi ini dengan kakimu. Sungguh, sekecil apapun dia, pasti bakal menguburmu. Sesungguhnya engkau itu senantiasa sedang mengurangi usiamu, semenjak engkau dilahirkan dari perut ibumu.”
“Wahai anak Adam, engkau dapati pagimu berada di antara dua waktu, yang keduanya tak mungkin meninggalkanmu, yakni bahayanya malam dan bahayanya siang. Sampai engkau mendatangi negeri akhirat, yang bisa jadi engkau datang ke al-jannah (surga) dan bisa jadi engkau ke an-nar (neraka). Maka siapakah yang lebih besar bahayanya daripada dirimu sendiri?”
“Wahai anak Adam, engkau hanyalah (laksana) hari-hari yang setiap kali berlalu satu hari maka hilanglah pula sebagian dari dirimu.”

(Mawa’izh Lil Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal. 35)
Wallahu a'lamu bish showab.
0 Responses