|
Tulisan ini mewakili permintaan maafku teruntuk sahabatku Abdul Malik Ikhsan, yaa dulu sempat menitipkan tulisannya sewaktu ku jadi anggota team redaktur majalah Islam WEST-P majalah ide nya anak-anak IRM waktu itu. tapi, sejak edisi perdana muncul sampai sekarang majalah itu hilang entah kemana.
Tertanggal 06 Oktober 2003, di dalam derita nya sang penulis ini sempat menuliskan puisi yang dia ciptakan untuk aku, sebagai gambaran jeritan hatinya. (jare ne :D)
Bertempat di PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA, Bangsal Marwah No. C3 dia meratap dan memberikan goresan-goresan yang iya tulis dengan tangan kiri nya.
Dan dengan bangga kuhadirkan memory kenangan bersama sahabatku yang telah hilang itu ....
inilah .....
~KONSER SATU KAKI~
Dalam Luka, Abdul Malik Iksan
Di rumah sakit ini
Waktu terasa sangat lambat
Seperti seperempat abad
Di rumah sakit ini ,
Berpuluh, beratus tangan tengadah
minta kesembuhan
.... dan satu kaki di sini
tetap menangis
minta pulang ke tempat kelahiran
Di rumah sakit ini,
si ini si itu mencoba tertawa
dalam luka luka
memar ... patah ... kejang
atau ... hee kesurupan
Dan dokter selalu berkata
ah, semua pasti ada penjelasan
yang memungkinkan
Dan si satu kaki ini
tetap sedih
dan hanya bisa berharap
untuk melangkah menuju sang surya
yang tersenyum walau kepanasan
Waktu terasa sangat lambat
Seperti seperempat abad
Di rumah sakit ini ,
Berpuluh, beratus tangan tengadah
minta kesembuhan
.... dan satu kaki di sini
tetap menangis
minta pulang ke tempat kelahiran
Di rumah sakit ini,
si ini si itu mencoba tertawa
dalam luka luka
memar ... patah ... kejang
atau ... hee kesurupan
Dan dokter selalu berkata
ah, semua pasti ada penjelasan
yang memungkinkan
Dan si satu kaki ini
tetap sedih
dan hanya bisa berharap
untuk melangkah menuju sang surya
yang tersenyum walau kepanasan









